karena hanya waktu yang dapat memahami cinta
Di sebuah pulau indah yang damai. Tinggallah berbagai hal di sana. Kedamaian tak terusik hingga suatu hari tiba sebuah berita yang mengabarkan bencana. Pulau yang mereka tinggali itu akan segera tenggelam. Dengan panik semuanya segera berlayar meninggalkan pulau tersebut satu persatu..
Ketika air mulai mennggelamkan pulau, CINTA masih termenung sedih menyayangkan pulau tempat Ia tinggal selama ini.. Air mulai naik dan CINTA baru menyadari bahwa Ia harus menyelamatkan diri.. Ia tak memiliki kapal, maka Ia harus mencari tumpangan.
Ia melihat KEBAHAGIAAN lewat di dekatnya dan Ia berkata,” wahai Kebahagiaan,bersediakah kau memberi sedikit tempat di perahumu itu untukku?”
Namun sayang, KEBAHAGIAAN terlalu bahagia sehingga Ia tak mendengarkan CINTA..
Tak lama berselang perahu KEMEWAHAN yang sungguh megah lewat dengan angkuhnya, dan sang CINTA kembali memohon,”wahai kemewahan bersediakah kau memberi sedikit tempat di perahumu untukku?” dan sang KEMEWAHAN menjawab. ,”Maaf cinta, kau basah dan akan mengotori permadaniku,”ujarnya seraya meninggalkan CINTA. Pulau semakin tenggelam, dan CINTA semakin panik..
“oh Kesedihan,perkenankan aku menumpang di kapalmu sampai pulau berikutnya,”ujar CINTA meratap ketika KESEDIHAN lewat.
“maafkan aku Cinta,aku terlalu sedih,dan aku ingin sendiri,”jawab kesedihan muram..
“oh,baiklah,aku mengerti.”
CINTA hampir menangis saat itu, dan kemudian seseorang menawarkan tumpangan padanya,”Naiklah Cinta.”
CINTA sangat senang, sampai-sampai Ia lupa mengucapkan terimakasih ketika Ia diturunkan di pulau terdekat. Dan Ia tidak mengetahui siapakah dewa penolongnya itu. PENGETAHUAN datang menghampiriCINTA.
“Oh pengetahuan yang bijak, siapakah gerangan yang menolong diriku?”Tanya CINTA
“WAKTUlah yang menolongmu,”jawab PENGETAHUAN
“ WAKTU? Mengapa harus WAKTU?”Tanya CINTA bingung.
“Karena hanya waktu yang dapat memahami seberapa berharganya cinta,”jawab sang PENGETAHUAN penuh wibawa seraya meninggalkan CINTA yang tersenyum.
Add comment Desember 27, 2008
onlyaboutyou
Tags: cinta
malam ini
Desah malam membangunkanku dari tidurku.
Ku menggigil, dalam diam ku ucap namamu.
Berharap kau tahu bahwa ku merindukanmu.
Terbayang senyum,tawa,dan segala tingkahmu yang membuatku tersenyum.
Ku pun makin merindu.
Angina bertiup semakin kencang.
Ku pejamkan mataku rapat-rapat
Berharap ku segera berlabuh kea lam mimpi.
Dimana kan ku temukan dirimu menanti ku dengan seulas senyum
Malam semakin larut.
Namun ku belum juga terlelap.
Bayang-bayangmu masih menari dalam khayalku.
Semakin ku coba menutup pikiranku.
Bayangmu makin jelas terlihat.
Hingga akhirnya ku lelah.
Dan saat ku terlarut dalam letihku, ku mampu menyimpan bayangan wajahmu dalam peti memoriku.
Dan ku pun menyusulmu berkelana dalam dunia mimpi.
Add comment Desember 27, 2008
onlyaboutyou
lala dan caca
Gadis kecil itu tersipu ketika mataku bertabrakan dengan tatapannya. Aku merasa ia tlah menatapku lekat sedari tadi. Rasa penasaranku membawaku mendekat padanya.
“ada apa adik kecil ?”tanyaku lembut.
Ia hanya menggeleng malu. Aku tersenyum hangat padanya sambil bertanya lagi.
“adik sendiri disini?”
“iya kak,”jawabnya pelan.
“rumah adik dekat dengan taman ini?”tanyaku sekali lagi.Ia mengangguk-angguk membuat kunciran rambutnya bergoyang-goyang mengikuti gerak kepalanya.Setelah itu Ia berlari meninggalkanku sendiri di taman itu.
“Gadis kecil yang manis,”pikirku.
Ah, Ia mengingatkanku pada Caca. Adikku yang meninggal tertabrak truk di dekat taman ini beberapa tahun yang lalu. Semenjak itu aku tak pernah lagi bermain di taman ini.
Tak terasa waktu tlah berlalu, ku putuskan untuk pulang ke rumah ku yang tak begitu jauh dari taman kompleks ini, yah hanya 3 blok saja, ku kayuh sepeda miniku ringan sambil menghirup segarnya udara sore. Tak terasa ku sampai di rumah.
“Maaaaaaah….”teriakku di ruang tamu. Tak ada jawaban. Ku melangkah menuju kamarku, dan ku mendengar isak tangis ketika melewati kamar Mamah. Ku bergegas masuk dan menghampiri Ia sedang tesedu di tepian tempat tidur sambil memeluk pigura yang ku tahu berisi foto caca.
“ Mamah kangen sama Caca?” tanyaku pelan.
“ Cilla, mamah liat Caca di depan rumah kita tadi,” ujar mamah mengejutkanku.
“Mah, jangan mikir yang nggak-nggak deh. Caca udah tenang disana,” ucapku lirih. Tak terasa air mataku meleleh.
“ Tapi mamah liat anak perempuan berkuncir dua, sama seperti Caca,”suara mamah makin keras. Aku tersenyum.
“ Oooh,,Cilla ngerti sekarang. Tadi Cilla juga ketemu anak itu di Taman. Cuma mirip aja kok mah,”ujarku sambil mengambil pigura itu dari mama.
“ Jadi itu bukan halusinasi Mamah kan La ?”tanya mamah setengah ga percaya.
“Bukan kok, tar kapan-kapan Cilla ajak anak itu ke rumah yah Mah, Mamah jangan sedih,” ujarku sambil menghapus air mata di pipi mamah.
Sore ini ku kayuh lagi sepeda miniku menuju taman, aku penasaran dengan anak perempuan itu. Dan ku temui Ia tengah bermain di ayunan, ku menghampirinya perlahan, dan ku sapa dia.
“adik kecil, kok main sendiri? Tmannya mana? “tanyaku ramah.
“Lala nggak punya teman kak,”jawabnya sambil terus berayun.
“Ooh, jadi namanya Lala,mmmh mirip juga ma Caca,”ucapku dalam hati.
“kakak mau temanin Lala?”tanyanya sambil menatapku.
“pasti donk,kakak ayunin yah?”ujarku menawarkan, sebelum Ia menjawab ku langsung mengayun pelan dirinya.
Ku kembali teringat pada Caca, dulu kami sering bermain di ayunan ini.
“Kakak sering-sering main kesini yah, Lala kesepian Kak,” ujar Lala membangunkannku dari lamunan.
“ Ooh, iyaa Lala, pasti kakak sering-sering main kesini.Tapi udah mau sore nih. Lala mau Kakak anter pulang? “tanya ku.
“nggak usah Kak, Lala masih mau main,”jawabnya sambil tersenyum manis.
“ Ya udah, pulangnya jangan kesorean yah La, tar dicariin ma Mamah kamu loh,”ujarku sambil berlalu dengan sepedaku.
“ Cilla, kamu bilang mau ngajak anak itu ke rumah, “tagih mama padaku.
“ iya Mah, Cilla nggak lupa kok,” jawabku sambil terus menonton sinetron kesayanganku.
“ kapan La??”tanya mama mendesakku.
“Besok deh,”jawabku asal.
“ Janji yah,”todong mama.
“iyaaaaaaaaaaa,”jawabku panjang.
Sore ini di taman aku kembali bermain bersama Lala.
“La, kakak mau ngajak kamu main di rumah kakak,kamu mau nggak?”tanyaku di sela perbincangan kami.
“ mau kak,”jawabnya dengan mata berbinar, seolah hal ini telah lama dinanatinya.
“ya udah, sekarang aja yuk, rumah kakak deket kok,”ajakku. Ia pun mengangguk tanda setuju.
Dengan membonceng di sepedaku, ku bawa Lala ke rumah, mamah pasti senang pikirku.
“ Maaaaaaaaaaah, liat deh siapa yang Cilla bawa,”teriakku seyelah sampai.
Mamah segera menghampiri kami dengan mata terbelalak.
“ Kamu mirip sekali sama Caca,”ujar mama sambil memeluk Lala, seolah Lal adalah anaknya yang hilang. Aku hanya dapat tersenyum menahan haru.
“Caca kangen sama mamah,”ujar Lala membuat ku dan mama terkejut.
“maksud kamu apa La?”tanyaku panik
“mamah dan Kak Cilla jahat, nggak pernah jenguk Caca lagi, Caca benci Mamah!!!!!!!”teriak Lala histeris dan berlari meninggalkan rumah kami.
Aku dan mamah hanya dapat terdiam, dan tak lama kemudian kami menangis.Yah,kami memang telah lama tak mengunjungi makam Caca.
Keesokan harinya Mamah dan aku berniat nyekar di makam Caca. Sesampainya di sana hati ku perih, bukan hanya karena aku kangen sama Caca, tapi karena aku sedih melihat makamnya yang tak terawat, penuh dengan rumput liar disana-sini. Setelah berdoa untuk Caca dan membersihkan makamnya kami pun pulang, Sepanjang jalan mamah dan aku tak berkata sedikitpu. Kami hanya diam. Ketika melewati taman, ku lihat Lala sedang bermain di taman, ku segera menghentikan mobil mama, dan berlari menghampiri Lala.
“Lala,”sapaku pelan.
“kakak tau darimana namaku?”tanyanya heran.
“Loh,kan kita main disini dari kemaren?”tanyaku balik sambil keheranan.
“Ih, kakak becanda yah, kan Lala baru aza pindah kesini tadi pagi,”jawab Lala sambil tertawa lalu pergi meninggalkanku yang terbengong-bengn di taman itu..
-selesai-
Add comment Desember 27, 2008
onlyaboutyou
Tags: cerpen
tuan tak bernama
Pagi yang cerah. Ku langkahkan kakiku dengan riang menuju kelasku tersayang. Sesampainya di bangku,ku temukan secarik kertas di laciku. Sambil tersenyum ku baca isinya dalam hati.
“Selamat pagi bintang fajar ku.
Pagi ini semakin indah bila di lukis dengan senyum manis di bibirmu.
Bunga takkan mekar tanpa senyum hangatmu.
Tuan tak bernama”
Usai membaca,ku lipat kertas itu dan ku selipkan di buku catatanku.
“Hayo, pagi-pagi sudah senyum-senyum sendiri. Kesambet loh ntar,” sapa Dilla sahabat karibku mengejutkan ku.
“Ah,kamu La,nggak bisa deh liat orang senang,”balasku pura-pura merajuk.
“Huu,gitu aja ngambek. Eh surat kaleng itu datang lagi yah?”Tanya Dilla terlihat penasaran.
“Kok surat kaleng sih?”protesku sambil mengeluarkan surat itu dari bku catatanku.
“Lha terus apa namanya coba?”tanyanya balik sambil membaca surat yang sedang kami bicarakan itu.
Ya. Dilla benar,surat itu memang surat kaleng. Sebulan yang lalu ku menemukan surat kaleng pertama yang berisi puisi untukku. Awalnya ku hanya menganggap itu ulah iseng teman sekelasku yang ingin mengerjaiku. Aku pun mengabaikannya. Semenjak saat itu hingga kini surat itu selalu ku temukan di laci meja ku setiap pagi. Mengherankan, penulis surat itu selalu tahu apa yang sedang ku rasakan. Saat ku sedang sedih ataupun gembira.
“Heeh, Luna ? Kamu ngga papa kan? “Tanya Dilla sambil mengibaskan tangannya di depan wajahku, Ia membangunkan aku dari lamunanku.
“Hah, apa La ?” Tanya ku bingung.
“ Waduh non, masih pagi sudah ngelamun,”kata Dilla.
“Hehehe,”sahut ku cengengesan.
“Lun, kamu kepikiran ngga sich untuk cari tahu siapa pemuja rahasia kamu ini?”Tanya Dilla lagi?
“Ah,buat apa sich cari tau segala,paling ini cuma orang iseng La,”jawabku sambil menyimpan lagi surat kaleng itu.
“Kayaknya ini orang ngga iseng deh Lun,”kata Dilla lagi dengan mimik muka yang serius.Aku jadi ingin tertawa melihat mukanya yang lucu jika sedang serius itu.
“Hemh,sudahlah. Kita ngga usah bahas itu dulu. Peer fisika kamu uda di kerjain belum?”Tanya ku mengalihkan perhatiannya.
“ Aaaaarrrrrggggh,tidak.. Mati aku,aku lupa kalau ada peer fisika pagi ini,pinjem punya kamu donk Lun,”pintanya dengan memelas. Dan tanpa dipinta lagi ku serahkan buku peerku.
Jam istirahat pertama ku manfaatkan untuk meminjam buku di perpus. Kebetulan ada beberapa buku yang disarankan oleh guru fisikaku untuk latihan ujian disana.
Saat sedang asyik memilih-milih buku, ku merasa ada sepasang mata yang menatapku tajam. Dan benar saja, ada seorang cowok yang memandangku dari balik buku yang sedang di bacanya. Aku seperti sering melihat cowok itu. Aku merasa pernah melihatnya, tapi entah dimana. Ku putuskan untuk bergegas meninggalkan perpus dengan buku-buku yang telah ku pilih.
“ Hoy…!!”tegur Dilla mengejutkan ku.
“Kamu La,suka banget sich ngagetin aku,”gerutuku.
“Habis kamu lucu sich.hehe,”jawabnya.
Kami pun berjalan menuju kelas. Sesampainya di kelas ku sampaikan ideku padanya.
“ La, lama-lama aku penasaran juga nih ma tuan tak bernama itu,”kataku memulai pembicaraan.
“ terus? Kamu mau ngapain Lun ?”tanya Dilla.
“ Aku bakal nulis surat balasan untuk cowok itu,” jawabku mantap.
“akhirnya setelah sebulan kamu mau juga nulis balasan untuk dia. Memangnya kamu mau nulis apa ?”tanyanya lagi.
“Aku mau ngajak dia ketemuan,”jawabku singkat.
“Haah??? Langsung ketemuan?”tanya Dilla terkejut.
“Ya iyalah,masa ya iya donk ? aku pengen langsung to do point aja, toh dia sudah cukup mengenalku,”jelasku.
“ Yha Yha Yha. Up to you lah non,”katanya.
Dan akupun langsung mengambil secarik kertas untuk mengutarakan maksudku pada si tuan tak bernama itu.
“Hai tuan tak bernama.
Aku tlah membaca surat-suratmu yang tak pernah absent mengisi hariku.
Aku penasaran denganmu.
Mungkinkah kita bertemu?
Salam manis, Luna.”
Setelah usai ku baca ulang ku lipat rapi surat itu, dan ku selipkan di laci meja ku sambil bertanya-tanya jawaban apa yang kan di berikan oleh tuan tak bernama.
Pagi ini tak seperti pagi biasa. Ku begitu berdebar melangkah menuju ruang kelasku. Sambil menerka isi surat kaleng itu hari ini. Dan sesampainya di bangku, ku raih secarik kertas yang sudah menunggu untuk dibaca.
“ Selamat pagi rembulan hati ku..
Sudah lama ku tunggu surat balasan darimu itu,dan telah lama pula ku nanti pertemuan kita.
Bagaimana jika kita bertemu di taman depan sekolah sore ini.
Pukul 15.45 .
Aku kan menghampirimu..”
Kusimpan kembali kertas itu ke dalam buku catatanku dengan hati riang. Entah mengapa ku begitu senang membaca surat itu. Mungkin karena isinya sesuai dengan harapanku.
(Pukul 15.50)
Sudah 10 menit aku duduk di bangku taman ini. Tapi belum nampak tanda-tanda keberadaan Tuan tak bernama.
30 menit berlalu, dengan hati kecewa dan langkah berat ku tinggalkan bangku taman itu. Baru saja 10 langkah dari gerbang taman,ku dengar decit ban mobil di ikuti dengan bunyi benturan yang sangat keras. Segera ku berbalik dan betapa terkejutnya aku, ada seseorang cowok tertabrak mobil. Ku pun berlari untuk menolongnya. Aku lebih terkejut lagi saat mengetahui siapa cowok itu, ia adalah cowok yang menatapku tajam di perpus.
Wajahnya yang tampan bersimbah darah. Ia terlihat menahan sakit yang teramat sangat. Aku segera berteriak minta tolong saat mobil yang menabrak cowok itu meninggalkan Ia dan aku, tapi entah mengapa jalanan saat itu sangat sepi.kemudian dengan terbata-bata ia berbicara padaku.
“Maafkan aku Luna, aku tlah membuatmu menunggu lama. Ini untukmu,”ujarnya sambil mengeluarkan segulung kertas dari tasnya.
Kubuka kertas yang sedikit ternoda oleh darah itu dengan hati berdebar.terlihat lukisan seorang gadis yang sangat ku kenal, itu adalah lukisanku. Dan di bawah lukisan itu terdapat tulisan rapi yang indah, aku menenalinya sebagai tulisan tuan tak bernama.
“Luna..
Rembulan yang menghiasi malamku..
Rembulan yang menerangi malamku..
Tanpa dia sadari dia menghangatkan hatiku dengan sejuta pesonanya.
Dan ku pun jatuh cinta padanya..
Dahulu ku hanya pungguk yang merindukan sang rembulan..
Tapi kini sang pungguk kan bertemu dengan rembulannya
Andre”
Setelah membaca tulisan itu,ku sadar siapa yang sedang terluka di hadapanku ini, ia lah tuan tak bernama. Aku segera berlari mencari pertolongan. Tetapi terlambat sudah, ketika dalam perjalanan menuju rumah sakit, Andre alias tuan tak bernama itu menghembuskan napas terakhirnya dalam pelukanku. Aku hanya bisa menangis dan menangis.
Add comment Desember 27, 2008
onlyaboutyou
Tags: cerpen
Makacih Cinta….
agunk baek bgt hari ni…
tumben bgt dia nurut ma aq..
akhirnya ada yg bisa diandalin…hhe
maaf yha cayank uda ngerepotin kamu….^^
aQ saaaaaaaaaaaaaaayyyyyyyyyyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnng bgt ma kamu…. = *
Add comment Desember 24, 2008
onlyaboutyou
Tags: agunk baek
Papap Snowy….
ngakunya sich sayang ma aq…
udah gitu bilang cinta juga….
tapi kadang nyebelin..
rese…
suka banget bikin q marah-marah…
bikin q mikir 2x…sebenernya dia bener” sayang atau ga sich ama aq???
oh papap snowy….
bikin ku jd pusiiiiiiiiiiiiiiinnnnng…………….
X (
Add comment Desember 24, 2008
onlyaboutyou
Tags: Papap